Tuesday, May 14, 2013

Holiday

Halo! Sudah lama sekali saya tak menulis post. Padahal UN berakhir sebulan lalu. Sibukkah saya dengan persiapan masuk perguruan tinggi? Hmm... tidak. Percayalah, sudah tidak ada mood untuk belajar. Setiap ikut les pun otak saya rasanya tak mau bekerja. Adanya pusing, pusing, pusing. Dan JENUH.

Jadilah saya bersantai-santai di rumah.


Kabarnya kuliah baru dimulai bulan September. Berarti masih... empat bulan! Luar biasa, empat bulan tanpa ada kewajiban apa pun! Oh ya, tes masuk perguruan tinggi. Namun selain itu kami bebas melakukan apa pun yang kami inginkan. Nah. Waktu sebanyak ini mestinya bisa dimanfaatkan untuk sesuatu yang berharga—selain istirahat tentunya.

Beberapa teman saya sudah mempunyai rencana untuk melewatkan liburan ini. Ada yang mau travelling, kerja sambilan, menulis buku (Taru, I admire you), melakukan pemotretan, dan banyak lagi. Saya pun sudah menyusun rencana: beberapa proyek seni, travelling dengan kakak saya, dan satu hal yang penting sekali. Semoga semuanya bisa berjalan lancar.

Selamat berlibur!



NB: teruntuk kawan saya yang baru saja dipanggil Tuhan, Dedy Kurniawan. Semoga tidak ada penyesalan pada dirimu. Kami akan berjuang untuk bagianmu juga. Beristirahatlah dengan tenang...

Sunday, January 6, 2013

2013!

Momen tahun baru memunculkan optimisme dalam diri saya. Sederet target terbentuk, siap untuk diwujudkan. Supaya tidak lupa, ini dia hitam di atas putih: target utama saya adalah berhenti menjadi pengangguran.

Mengapa pengangguran? Dahulu guru Ekonomi saya menerangkan, salah satu dampak negatif menjadi pengangguran ialah berkurang atau hilangnya kemampuan. Sebab kemampuan tersebut tidak digunakan. Ketika kembali bekerja, sulit mencapai performa yang sebaik sebelumnya.

Saya tak benar-benar memahami konsep tersebut sampai mengalaminya sendiri. Dahulu, terutama saat SMP, menulis merupakan kegiatan rutin bagi saya. Namun sejak masuk SMA saya malas melakukannya. Puncaknya tahun lalu... saya hampir-hampir tak menelurkan karya tulis yang berarti. Maka ketika memutuskan untuk kembali aktif menulis, saya mengalami cukup banyak hambatan. Rasanya sangat sukar menemukan ide. Betapa kini saya tersendat-sendat dalam menyusun kata dan membutuhkan banyak sekali waktu untuk mengedit. Citarasa saya terseok bagai zombie yang dibangkitkan dari kubur.

Yang membuat saya semakin resah, tampaknya tiba-tiba semua orang bisa menulis dengan baik. Beberapa teman saya bahkan bisa menulis layaknya profesional—ide yang cemerlang, diksi rumit membelit indah, taste yang sedemikian tinggi. Saya iri sampai sesak napas tatkala membaca karya-karya mereka.

Tak ada yang bisa saya lakukan kecuali berusaha-ha-ha-ha-ha (seperti itulah ia bergema dalam benak saya). Dalam upaya ini saya akan selalu mengingatkan diri untuk tidak tamak. Sebab ketamakan dalam berusaha biasanya menciptakan stres yang tidak perlu (ngomong-ngomong, saya pernah mengalaminya). Maka saya akan berusaha dengan cara step by step. Selain itu saya mempunyai suatu strategi yang bisa Anda baca di blog baru saya pada post Kiat Konsisten Melaksanakan Resolusi Tahun Baru

Mari bangkit, para pengangguran! Mari kembali berkarya selagi semuanya masih terasa segar!

Thursday, December 27, 2012

Sketsa: "Stuck"



"Stuck"
by Ratu Pandan Wangi
Pencil on A4 HVS
26th December 2012

Usaha yang sedemikian keras terkadang rasanya tak membuahkan apa-apa. Namun tak ada amarah, tak ada sedih, tak ada harga diri yang terluka; hanya... lelah. Lelah sekali.